Firmansyah, S.Pd, sopir travel di Kecamatan Langgikima, menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan rusak yang dinilai semakin membebani biaya operasional kendaraan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

WILALANGNEWS.ID, LANGGIKIMA – Keluhan soal jalan rusak di Kecamatan Langgikima terus bermunculan. Kali ini, suara keresahan datang dari para sopir travel yang setiap hari melintas di ruas jalan tersebut untuk mengantar penumpang.

Bagi mereka, jalan rusak bukan hanya soal kenyamanan. Kondisi itu juga berdampak langsung pada penghasilan karena biaya perawatan kendaraan semakin tinggi.

Salah seorang sopir travel di Langgikima, Firmansyah, S.Pd, mengaku sudah bertahun-tahun merasakan kondisi jalan yang rusak di sejumlah titik. Menurutnya, hampir setiap hari para sopir harus berjibaku dengan lubang jalan, genangan air saat hujan, hingga badan jalan yang mulai rusak parah.

“Kami ini lewat setiap hari. Mau tidak mau, jalan ini tempat kami cari makan. Dari pagi sampai malam, yang kami hadapi ya jalan seperti ini. Yang paling terasa itu biaya perbaikan mobil makin sering keluar,” kata Firmansyah.

Menurutnya, kerusakan jalan membuat beberapa bagian kendaraan lebih cepat rusak. Mulai dari ban, kaki-kaki mobil hingga shockbreaker harus lebih sering diperbaiki dibanding biasanya.

Akibatnya, sebagian penghasilan yang diperoleh dari mengangkut penumpang kembali habis untuk biaya bengkel.

“Kadang hasil narik satu dua hari habis lagi untuk servis mobil. Kalau jalan bagus tentu biaya perawatan tidak sebesar sekarang,” ujarnya.

Selain merugikan sopir, kondisi jalan juga dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan penumpang yang setiap hari menggunakan jasa transportasi di wilayah tersebut.

Menurut Firmansyah, masyarakat Langgikima tidak pernah menolak investasi maupun aktivitas perusahaan yang beroperasi di daerah itu. Namun masyarakat berharap ada perhatian yang lebih besar terhadap kondisi jalan yang digunakan bersama.

“Kami tidak menolak investasi dan tidak menolak perusahaan. Yang kami harapkan hanya perhatian terhadap jalan yang setiap hari dipakai masyarakat. Karena jalan ini bukan cuma dipakai warga, tapi juga menunjang berbagai aktivitas ekonomi di wilayah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Aliansi Langgikima Menggugat (ALAM) menilai kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada sektor transportasi. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan, pertanian, perkebunan, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Karena itu, ALAM berharap pemerintah daerah bersama perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di Langgikima dapat duduk bersama mencari solusi agar persoalan jalan yang selama ini dikeluhkan warga dapat segera ditangani.

Bagi masyarakat Langgikima, jalan yang layak bukanlah sesuatu yang berlebihan. Jalan yang baik merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kelancaran aktivitas, keselamatan pengguna jalan, dan perputaran ekonomi masyarakat sehari-hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini