Hengki Fardiansyah, Pemuda Desa Molore Pantai, menyampaikan harapan masyarakat agar pemerintah daerah dan seluruh pihak yang memanfaatkan akses jalan di Kecamatan Langgikima dapat mengambil langkah konkret dalam memperbaiki infrastruktur yang menjadi urat nadi kehidupan warga.

WILALANGNEWS.ID, LANGGIKIMA – Kondisi jalan di sejumlah titik wilayah Kecamatan Langgikima kembali menjadi keluhan masyarakat. Kerusakan yang terjadi dinilai semakin mengganggu aktivitas warga, mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Persoalan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Langgikima Menggugat (ALAM). Wadah perjuangan masyarakat itu menilai perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas bersama mengingat jalan merupakan fasilitas publik yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Pemuda Desa Molore Pantai, Hengki Fardiansyah, mengatakan kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan sudah saatnya mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun pihak-pihak yang selama ini memanfaatkan akses jalan tersebut untuk menunjang aktivitas ekonomi.

Menurutnya, masyarakat tidak sedang mencari pihak yang harus dipersalahkan, melainkan menginginkan hadirnya solusi nyata atas persoalan yang telah berlangsung cukup lama.

“Masyarakat tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan. Yang masyarakat harapkan adalah siapa yang mau hadir menjadi bagian dari solusi. Jalan ini digunakan setiap hari oleh masyarakat, tetapi juga menjadi jalur penting yang menopang berbagai aktivitas industri dan ekonomi di wilayah Langgikima,” ujar Hengki.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Langgikima pada prinsipnya mendukung investasi dan aktivitas usaha yang mampu memberikan manfaat bagi daerah. Namun, dukungan tersebut juga harus diiringi dengan kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang digunakan bersama.

Menurut Hengki, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap peningkatan biaya transportasi, kerusakan kendaraan, hingga terganggunya distribusi barang dan hasil pertanian masyarakat.

ALAM menilai bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah aktivitas ekonomi tersebut.

Karena itu, Hengki bersama ALAM mendorong pemerintah daerah bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Langgikima untuk membangun komitmen bersama dalam memperbaiki serta menjaga kualitas infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Jika jalan ini menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi bernilai miliaran rupiah setiap tahun, maka sudah sewajarnya seluruh pihak yang memperoleh manfaat dari akses tersebut ikut berkontribusi menjaga dan memperbaikinya. Masyarakat tidak meminta belas kasihan, masyarakat hanya menginginkan keadilan dan tanggung jawab yang seimbang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hengki menegaskan bahwa gerakan yang dibangun masyarakat bukan merupakan gerakan anti-investasi maupun anti-pembangunan. Sebaliknya, masyarakat mendukung hadirnya investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Namun demikian, masyarakat berharap pertumbuhan industri dan aktivitas pertambangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar warga.

Bagi masyarakat Langgikima, jalan yang layak bukanlah sebuah kemewahan. Infrastruktur jalan yang baik merupakan hak dasar masyarakat untuk menjamin keselamatan, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Melalui ALAM, masyarakat mengajak seluruh elemen daerah untuk mengawal persoalan ini secara konstruktif dan bermartabat agar terwujud keadilan infrastruktur bagi seluruh masyarakat Kecamatan Langgikima.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini