Tokoh Pemuda Kecamatan Langgikima, Gian Zulfazri, S.T., menyuarakan harapan masyarakat agar Pemerintah Daerah dan perusahaan-perusahaan pengguna jalan segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan rusak di wilayah Langgikima yang dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

WILALANGNEWS.ID, Langgikima – Kondisi jalan poros yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Langgikima, khususnya ruas Desa Polora hingga Desa Molore, kembali menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan jalan yang ditandai dengan banyaknya lubang, aspal yang pecah, serta genangan air saat musim hujan dinilai semakin mengganggu aktivitas warga dan menghambat roda perekonomian masyarakat.

Tokoh Pemuda Kecamatan Langgikima, Gian Zulfazri, menyampaikan bahwa kondisi jalan tersebut bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan berkendara, melainkan telah berdampak langsung terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Menurut Gian, sebagai warga Desa Molore sekaligus sopir mobil travel yang setiap hari melayani antar-jemput penumpang di wilayah Konawe Utara, dirinya merasakan langsung bagaimana sulitnya melintasi ruas jalan yang rusak hampir setiap hari.

“Sebagai warga Desa Molore sekaligus sopir mobil travel yang setiap hari melintasi ruas jalan poros Polora–Molore, saya sangat merasakan bagaimana parahnya kondisi jalan di Kecamatan Langgikima. Aspalnya sudah banyak yang pecah, berlubang di mana-mana, sehingga perjalanan menjadi tidak nyaman dan berisiko bagi keselamatan penumpang. Kalau bahasa masyarakat di sini, lama-lama bisa ‘usus turun’ kalau setiap hari melewati jalan seperti ini. Yang membuat kami prihatin, aktivitas pertambangan terus berjalan dan kendaraan tambang mendominasi lalu lintas di wilayah lingkar tambang, tetapi kondisi jalan yang digunakan bersama justru semakin memprihatinkan,” ujar Gian.

Ia menjelaskan, masyarakat Langgikima pada dasarnya tidak pernah menolak investasi maupun kehadiran perusahaan tambang yang beroperasi secara legal dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Namun demikian, masyarakat juga berharap adanya perhatian yang seimbang terhadap dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas industri yang setiap hari memanfaatkan infrastruktur publik tersebut.

Menurutnya, jalan merupakan fasilitas dasar yang memiliki peran sangat vital bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam menunjang akses pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi warga.

“Jalan ini bukan hanya urusan transportasi semata. Ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat Langgikima. Di atas jalan ini ada akses pendidikan anak-anak kita, akses kesehatan masyarakat, aktivitas petani, pedagang, UMKM, dan seluruh roda perekonomian warga. Karena itu kami meminta Pemerintah Daerah Konawe Utara segera mengambil langkah konkret bersama perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah ini. Sudah saatnya program CSR dan PPM diarahkan lebih fokus pada perbaikan dan pemeliharaan jalan yang setiap hari digunakan masyarakat. Jangan sampai daerah penghasil yang memberi kontribusi besar justru terus menanggung beban tanpa merasakan manfaat pembangunan yang nyata,” tegasnya.

Gian menilai, kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan berpotensi meningkatkan biaya hidup masyarakat. Para petani dan pelaku UMKM harus mengeluarkan biaya transportasi yang lebih besar, sementara pengguna kendaraan harus menanggung biaya perawatan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kondisi jalan yang tidak layak.

Selain itu, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan pendidikan juga dapat terganggu apabila kondisi infrastruktur terus dibiarkan tanpa penanganan yang serius dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Konawe Utara bersama perusahaan-perusahaan pengguna jalan dapat segera membangun komitmen bersama untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat di Kecamatan Langgikima.

Bagi warga Langgikima, jalan yang layak bukanlah sebuah kemewahan. Jalan yang baik merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi demi menjamin keselamatan, kelancaran aktivitas ekonomi, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Masyarakat juga berharap keberadaan industri pertambangan yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas infrastruktur publik yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan jumlah produksi yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang hidup dan tumbuh di daerah penghasil tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini