𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗧 𝗔𝗞𝗣: "𝗠𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗕𝗶𝗰𝗮𝗿𝗮, 𝗟𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮" 𝗧𝗼𝗸𝗼𝗵 𝗺𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗟𝗮𝗺𝗲𝗿𝘂𝗿𝘂, 𝗦𝘂𝗿𝗮𝘁𝗺𝗮𝗻 (𝗞𝗼𝗱𝗶), 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗿𝗲𝘀𝗽𝗼𝗻𝘀 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗣𝗧 𝗔𝗱𝗵𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘁𝗶𝗸𝗼 𝗣𝗿𝗮𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗧𝗯𝗸 (𝗣𝗧 𝗔𝗞𝗣) 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝘂𝗿𝘂𝗻 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶 𝗿𝘂𝗮𝘀 𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝘂𝘀𝗮𝗸. 𝗡𝗮𝗺𝘂𝗻, 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝗺𝗲𝗻𝘆𝘂𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗿𝗶𝗵𝗮𝘁𝗶𝗻𝗮𝗻 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗼𝗻𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶 𝗸𝗲𝗿𝘂𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗶𝗻𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗸𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗻𝘁𝗮𝘀.

WILALANGNEWS.ID, KONAWE UTARA – Komitmen PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (PT AKP) dalam merespons aspirasi masyarakat kembali mendapat apresiasi. Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, itu dinilai menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi infrastruktur jalan masyarakat dengan bergerak cepat melakukan perbaikan ruas jalan di Desa Lameruru, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas lalu lintas kendaraan.

Langkah cepat tersebut mendapat pengakuan langsung dari tokoh masyarakat Desa Lameruru, Suratman, yang akrab disapa Kodi. Menurutnya, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (PT AKP) merupakan salah satu perusahaan yang tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga segera mengambil tindakan nyata dengan menurunkan alat berat, material, dan personel untuk memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

Perbaikan yang dilakukan PT AKP dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Jalan yang sebelumnya berlumpur, berlubang, dan sulit dilalui, kembali menjadi lebih layak digunakan sehingga aktivitas warga, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari dapat berlangsung lebih lancar.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Berdasarkan pengamatan masyarakat, ruas jalan kembali mengalami kerusakan setelah masih dilintasi kendaraan bertonase besar yang menggunakan jalur tersebut secara intensif. Akibatnya, material yang sebelumnya telah diratakan kembali mengalami kerusakan dan menimbulkan kubangan serta lumpur, terutama saat musim hujan.

Merasa hasil perbaikan yang dilakukan PT AKP kembali rusak dalam waktu singkat, Suratman bersama sejumlah warga kembali melakukan pelarangan terhadap kendaraan tangki berukuran besar yang hendak melintasi jalan permukiman.

“Ini jalan baru beberapa hari selesai diperbaiki sama PT AKP, sekarang hancur lagi. Gara-gara mobil tangki besar terus lewat di sini. Baru beberapa hari bagus, sudah rusak lagi. Mereka cuma tahu saja lewat, tapi tidak ikut perbaiki. Justru PT AKP yang turun kerja kasi bagus ini jalan, tapi habis itu rusak lagi karena kendaraan besar lewat terus,” ungkap Suratman.

Menurut Suratman, langkah pelarangan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghambat investasi maupun aktivitas dunia usaha. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar akses jalan yang digunakan warga setiap hari tetap terjaga dan tidak kembali mengalami kerusakan.

“Kami bukan melarang investasi. Yang kami minta, kalau kendaraan besar mau lewat, jalan ini juga harus dijaga. Harapan kami kendaraan berat dialihkan ke jalan tambang atau semua perusahaan yang memakai jalan ini sama-sama bertanggung jawab menjaga dan memperbaikinya,” tambahnya.

Dalam perspektif tata kelola infrastruktur, jalan desa maupun jalan lingkungan memiliki fungsi utama sebagai sarana mobilitas masyarakat. Pemanfaatannya secara bersama-sama membutuhkan koordinasi yang baik antar seluruh pengguna jalan, sehingga keberlangsungan fungsi jalan tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Respons cepat PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (PT AKP) terhadap aspirasi masyarakat dinilai menjadi contoh bahwa komunikasi yang terbuka antara perusahaan dan warga mampu melahirkan solusi yang konstruktif. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada kelancaran operasional, tetapi juga menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjalankan aktivitas usaha.

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan, langkah PT AKP memperbaiki ruas jalan yang menjadi akses masyarakat mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Respons tersebut menjadi bukti bahwa penyelesaian persoalan di lapangan dapat dilakukan melalui tindakan nyata, dialog, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Praktik seperti ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang saat ini menjadi salah satu indikator penting dalam tata kelola perusahaan modern. Kepedulian terhadap infrastruktur, keselamatan masyarakat, serta kemampuan merespons persoalan sosial secara cepat merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Di sisi lain, masyarakat berharap upaya yang telah dilakukan PT AKP dapat diikuti oleh seluruh pihak yang memanfaatkan ruas jalan tersebut. Sebab, menjaga infrastruktur yang digunakan bersama bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah ataupun satu perusahaan semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh pengguna jalan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat Desa Lameruru, jalan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi merupakan akses utama menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, pusat kegiatan ekonomi, hingga penghubung antarwilayah. Oleh karena itu, setiap bentuk kepedulian terhadap infrastruktur akan selalu menjadi investasi sosial yang bernilai dalam membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

Apresiasi yang disampaikan masyarakat kepada PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (PT AKP) menjadi gambaran bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya diukur dari kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, terbuka, dan bertanggung jawab. Bagi warga, tindakan nyata di lapangan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar komitmen yang disampaikan melalui kata-kata.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini