WILALANGNEWS.ID, Konawe Utara, Langgikima — Tindak lanjut atas persoalan kerusakan jalan umum di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, mulai terlihat di lapangan.

Setelah sebelumnya masyarakat melalui Aliansi Langgikima Menggugat (ALAM) menyampaikan aspirasi melalui aksi Demonstrasi damai terkait kondisi jalan yang rusak, kini proses perbaikan mulai dilakukan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah.

Perbaikan tersebut dilakukan dengan penimbunan material pada lubang-lubang jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Aktivitas perbaikan tampak melibatkan kendaraan pengangkut material dan pekerja di sejumlah titik ruas jalan Kecamatan Langgikima.

Yang menarik, proses tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak yang terlibat dalam perbaikan. Elemen masyarakat yang tergabung dalam ALAM turut turun langsung ke lapangan untuk mengawal dan mengawasi proses pekerjaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas kesepakatan yang sebelumnya dibangun antara masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Dalam dokumen pemberitahuan aksi ALAM, salah satu poin penting yang disuarakan adalah percepatan penanganan jalan melalui sinergi pemerintah dan pihak-pihak yang menggunakan jalan tersebut secara intensif. ALAM juga mendorong terbentuknya mekanisme pengawasan yang melibatkan pemerintah, perusahaan, tokoh masyarakat dan ALAM agar proses perbaikan berjalan transparan, akuntabel dan berkelanjutan. 

ALAM: Jangan Berhenti pada Penimbunan

Jenderal Lapangan ALAM, Gian Zulfazri, S.T., mengatakan masyarakat menyambut baik dimulainya perbaikan jalan tersebut. Namun, menurutnya, pengawasan tetap diperlukan agar pekerjaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi tindak lanjut yang sudah mulai terlihat di lapangan. Bagi ALAM, perjuangan masyarakat bukan berhenti ketika tuntutan disampaikan, tetapi harus dikawal sampai ada hasil nyata yang dirasakan langsung oleh pengguna jalan.” ujar gian

Gian menegaskan, masyarakat akan terus memantau proses perbaikan, terutama pada titik-titik jalan yang kondisinya paling parah.

“Kami ingin memastikan pekerjaan ini dilakukan secara serius dan tepat sasaran. Lubang-lubang yang membahayakan masyarakat harus ditangani, dan perbaikan jangan hanya bersifat sementara. ALAM siap mengawal proses ini bersama pemerintah, perusahaan, desa dan masyarakat.”  tegas gian

Sikap tersebut sejalan dengan tujuan awal ALAM yang mendorong adanya solusi konkret, terukur dan berkelanjutan terhadap persoalan jalan umum di Langgikima. 

Camat Langgikima: Perbaikan Harus Dikawal Bersama

Sementara itu, Camat Langgikima, Tasruddin, S.H., M.M., yang sebelumnya menerima massa aksi dan menandatangani berita acara hasil pertemuan, menyampaikan bahwa penanganan jalan membutuhkan keterlibatan bersama.

“Perbaikan jalan ini harus kita kawal bersama. Pemerintah, perusahaan, pemerintah desa dan masyarakat mempunyai peran masing-masing agar penanganannya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarpihak menjadi penting agar penanganan jalan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.

Dari Aspirasi Menjadi Pengawasan

Perkembangan ini menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat tidak berhenti pada momentum aksi. Setelah adanya kesepakatan, masyarakat justru mengambil peran dalam mengawal implementasinya.

Dokumentasi lapangan yang diterima menunjukkan adanya aktivitas penimbunan material pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan. Dalam salah satu dokumentasi bahkan terlihat papan bertuliskan “INVESTASI AMAL UNTUK PERBAIKAN JALAN KECAMATAN LANGGIKIMA” sebagai penanda kegiatan di lokasi.

Dengan demikian, perhatian masyarakat kini bergeser dari sekadar mempertanyakan kondisi jalan menjadi memastikan proses perbaikannya berjalan secara nyata, tepat sasaran dan berkelanjutan.

Bagi ALAM, perbaikan jalan bukan semata persoalan infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan, mobilitas, aktivitas ekonomi, pendidikan dan pelayanan masyarakat—hal yang juga menjadi dasar penyampaian aspirasi mereka sebelumnya.

Kini masyarakat menunggu konsistensi semua pihak untuk memastikan perbaikan tersebut tidak berhenti pada penanganan sementara, melainkan menjadi langkah awal menuju kondisi jalan yang lebih aman dan layak bagi masyarakat Kecamatan Langgikima.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini